Kota Benteng Batavia Simbol Keangkuhan Imperialisme VOC di Hindia-Belanda
![]() |
| Foto ini diambil di Kali Besar Kota Tua Jakarta pada 1 September 2018 |
“Benteng” sebagaimana Fungsi dan bentuknya adalah sebagai
pertahanan dalam perang. Selain itu benteng mengisyaratkan dikotomi, yakni
individu dan kelompok yang ada di dalam benteng dengan individu dan kelompok di
luar benteng. Dalam pembicaraan sejarah Nusantara kita akrab dengan beberapa
kota yang dibangun dengan ambisi pertahanan, perang dan pusat administrasi,
salah satunya adalah kota Benteng Batavia.
Kota Benteng atau yang akrab dikenal dengan sebutan Batavia
adalah nama yang diberikan oleh Belanda terhadap sebuah pelabuhan Jayakarta
atau Kelapa (Sunda Kelapa) pada masa kesultanan Banten. Sebagaimana
dijelaskan Bernard H.M. Vlekke dalam Nusantara: Sejarah
Indonesia, bahwa perubahan nama dari Jayakarta menjadi Batavia
berlangsung pada 4 maret 1621(2008:156).
Kota Benteng adalah kota yang dibangun oleh kolonial yang
merepresentasikan sebuah kota di Belanda. Kota ini dibangun karena kerinduan
para imperialis terhadap negaranya (Eropa-Belanda). Selain itu kota ini
dimaksudkan untuk kepentingan dagang, militer dan politik.
Rekam jejak kota Benteng ini masih bisa kita nikmati dengan
adanya beberapa peninggalan bangunanya. Seperti kota Tua atau musium
Fatahillah, Moulenvliet atau
kanal-kanal yang sengaja digali oleh Belanda untuk memudahkan mereka dalam
pemasokan bahan-bahan sembako dan lain-lain dari Ommelanden (sekitar
kota) ke kota Benteng.



Komentar
Posting Komentar